JAKARTA, NALANEWS.ID – Sebanyak 125 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, sebuah program pengabdian dan riset yang mendukung pengembangan kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar tim akan menjalankan penugasan di Papua hingga Desember 2026.
Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (30/7). Sebagai simbol keberangkatan, Menteri Transmigrasi menyerahkan Bendera Merah Putih kepada salah seorang perwakilan peserta.
Dalam sambutannya, Iftitah mengatakan kehadiran Tim Ekspedisi Patriot diharapkan mampu memperkuat pemerataan pembangunan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Menurutnya, pembangunan kawasan transmigrasi membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi untuk memberdayakan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi wilayah.
“Khusus pembangunan di Papua, kami menurunkan sekitar 1.200 peserta TEP 2026 yang ditempatkan di 10 kawasan transmigrasi,” ujar Iftitah dalam keterangan yang diterima media, Sabtu (1/8/2026).
Ia menambahkan, fokus penugasan di Papua merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Dari 25 tim yang berasal dari Unhas, sebanyak 20 tim akan ditempatkan di kawasan transmigrasi Weri-Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Sementara lima tim lainnya akan bertugas masing-masing di Kabupaten Muna, Kolaka, Konawe, Luwu Timur, dan Kabupaten Sidenreng Rappang.
Mewakili pimpinan Unhas, pelepasan peserta dihadiri Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM Unhas Prof. Ir. Muh. Arsyad, SP., M.Si., Ph.D., Ketua PIC TEP 2026 Unhas Abdullah Sanusi, MBA., Ph.D., serta jajaran pengelola program.
Abdullah Sanusi menjelaskan bahwa Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari Program Patriot Transmigrasi yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam upaya membangun kawasan transmigrasi melalui pendekatan akademik.
Menurutnya, para peserta berasal dari berbagai disiplin ilmu sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi penugasan, mulai dari penelitian, kajian, hingga pendampingan.
“Para peserta berasal dari berbagai disiplin ilmu dan akan menerapkan kompetensinya melalui penelitian, kajian, hingga pendampingan masyarakat sesuai dengan kebutuhan wilayah penugasan,” kata Abdullah.
Ia juga menyampaikan harapan Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc., agar program yang dijalankan mahasiswa tidak berhenti setelah masa penugasan selesai, tetapi dapat menjadi program berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Papua.
Sebelum diterjunkan ke daerah penugasan, seluruh peserta TEP Unhas mengikuti pembekalan selama empat hari di Bogor bersama 1.476 peserta lainnya yang tergabung dalam 246 tim. Mereka akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Pembekalan menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian teknis dan pemerintah daerah, kemudian dilanjutkan dengan persiapan akhir selama dua hari di Balai Kartini, Jakarta.
Acara pelepasan juga dihadiri sejumlah pejabat nasional, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Kepala BRIN Prof. Arif Satria, serta sejumlah gubernur dari berbagai provinsi.(*)
Leave a Reply